Cara Merawat Ikan Hias

bfarm 21 Januari 2019 2 Komentar

Cara Merawat Ikan Hias

Ikan hias adalah jenis ikan baik yang berhabitat di air tawar maupun di laut yang dipelihara bukan untuk konsumsi melainkan untuk memperindah taman/ruang tamu. Panorama bawah laut seringkali dinilai mempesona sehingga banyak orang yang rela menghabiskan uang banyak untuk menyelam dan menikmatinya. Kini, kemajuan teknologi memungkinkan orang menikmati panorama air laut di dalam ruangan. Kehadiran ikan hias di dalam rumah masyarakat modern dapat menjadi salah satu alternatif hiburan di tengah rutinitas yang padat. Ikan- ikan hias ini dipelihara untuk kesenangan, oleh karena itu bentuk, warna, ukuran, keserasian, dan kebiasaannya benar-benar harus diperhatikan. Hampir 75% pasokan ikan hias air tawar di dunia berasal dari Indonesia, dan sekurang-kurangnya 363 jenis ikan hias air tawar dari Indonesia telah diekspor ke berbagai negara di dunia.

Berikut ini beberapa cara merawat ikan hias yang tepat:

1. Memilih Aquarium Dengan Ukuran Sesuai

Seperti cara memelihara ikan nila, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memilih ukuran aquarium yang sesuai dengan banyak serta ukuran dari ikan. Hal ini sangatlah penting supaya ikan dalam aquarium bisa bergerak dengan bebas dan banyaknya air dalam aquarium juga sesuai. Ukuran aquarium yang terlalu kecil akan menghambat gerak ikan sehingga akhirnya bisa sakit dan lebih mudah mati.

2. Memilih Jenis Ikan

Memelihara ikan dalam aquarium juga harus dipilih jenisnya. Ikan yang agresif tidak boleh dipelihara dalam aquarium yang sama sebab bisa membunuh ikan yang tidak agresif. Sebagai contoh jenis ikan cupang yang agresif tidak boleh disatukan dengan jenis ikan lain seperti neon atau mas koki yang merupakan jenis ikan tidak agresif.

3. Pisahkan Ikan Yang Sakit

Saat melihat ikan yang sakit, maka ikan tersebut harus segera dipisahkan dari aquarium sebab bisa menular pada ikan lainnya. Ikan yang tidak sehat seperti terserang jamur, cacing dan jenis penyakit ikan lainnya akan menularkan ikan sehat lainnya dan akhirnya ikan lebih mudah mati yang juga berlaku dalam budidaya ikan air tawar.

4. Atur Arus Air

Beberapa jenis ikan yang dipelihara dalam aquarium juga membutuhkan arus air yang serupa dengan habitat aslinya supaya sistem pernafasan, peredaran darah dan juga sistem ekskresi ikan bisa berjalan dengan baik sehingga ikan bisa hidup lebih sehat dan lebih lama. Untuk itu, penggunaan filter air yang bisa menyemburkan atau mengalirkan air sangat dibutuhkan. Agar semburan air tidak terlalu kuat, maka pergunakan batu atau karang sebagai pembatas semburan air tersebut.

5. Selalu Pakai Air Bersih

Hewan bisa beradaptasi dengan baik jika lingkungan sekitarnya begitu pun ikan. Air menjadi komponen paling utama agar hidup ikan bisa berlangsung dengan baik dalam aquarium seperti cara memelihara ikan patin. Apabila air dalam aquarium kotor atau keruh, maka sesegera mungkin harus diganti dengan yang baru sekitar 1 kali dalam seminggu.

6. Memberikan Pakan Dengan Teratur

Makanan ikan tentunya juga harus diberikan secara teratur dengan komposisi yang tepat dan sering. Hal ini juga tidak kalah penting untuk dilakukan agar ikan tidak kelaparan namun juga tidak membuat air dalam aquarium tidak cepat keruh.

7. Menambahkan Tanaman Air

Tanaman air dalam aquarium tidak hanya berguna untuk mempercantik tampilan aquarium, namun juga berfungsi sebagai penghasil oksigen, filter air dan juga tempat berteduh ikan saat tidur sehingga harus ditambahkan dalam memelihara jenis jenis ikan hias air tawar. Jika tidak ada tanaman di dalam air, maka ikan lebih mudah stres dan akhirnya akan mati dalam waktu yang cepat.

8. Hindari Suhu Air Terlalu Dingin

Suhu air aquarium yang terlalu dingin bisa menimbulkan penyakit seperti bercak putih atau whitespot pada ikan dan akhirnya dalam waktu cepat akan mati. Untuk mengatasi hal tersebut, maka gunakan heater khusus aquarium yang tidak hanya efektif untuk mencegah penyakit bercak putih sekaligus mengatasi gangguan pencernaan pada ikan.

 

9. Tambahkan Penyaring Air

Beberapa jenis ikan aquarium juga membutuhkan penyaring air dimana penyaring tersebut wajib memiliki 3 tahap penyaringan yakni mekanis untuk menyaring partikel besar seperti kotoran ikan dan sisa makanan, kimiawi untuk menghilangkan bau dan perubahan warna air serta zat organik dan juga biologis untuk menghancurkan kotoran ikan serta amonia dengan menggunakan bakteri baik yang juga harus dilakukan dalam cara budidaya ikan komet.

Perangkat penyaring air ini juga harus disesuaikan dengan ukuran aquarium jika memang ukuran aquarium cukup besar, maka gunakan 2 buah penyaring berukuran besar. Dengan kualitas air yang selalu bersih dan perangkat penyaring air yang bagus, maka ikan bisa hidup dengan baik dan terhindar dari berbagai penyakit ikan yang mematikan.

10. Ubah Suhu Air Sesuai Cuaca

Beberapa jenis ikan juga sangat berpengaruh dengan perubahan suhu air yang mengikuti cuaca di sekitar aquarium. Untuk itu, suhu air juga harus selalu disesuaikan yang bisa dilakukan dengan menggunakan termometer untuk mengukur suhu air dan kemudian disesuaikan. Termometer yang bisa digunakan juga terdiri dari 2 jenis yakni termometer yang dipasang pada aquarium dan juga termometer yang dipasang di bagian luar aquarium. Kedua jenis termometer ini terbilang cukup akurat untuk mengukur suhu namun pilihan terbaik adalah aquarium yang dipasang pada bagian dalam aquarium.

Agar ikan yang anda pelihara bisa tumbuh dengan sehat dan tidak mudah terserang penyakit, maka beberapa cara memelihara ikan aquarium agar tidak mati yang sudah kami berikan diatas wajib dilakukan dengan teratur. Semoga informasi yang kami berikan kali ini bisa berguna khususnya anda yang pemula dalam memelihara ikan dalam aquarium.

sumber: https://arenahewan.com/cara-memelihara-ikan-aquarium-agar-tidak-mati

Tags :