7 Cara Budidaya Kelinci Secara Alami Untuk Pemula

bfarm 7 Maret 2019 Tidak ada komentar

Kelinci merupakan salah satu hewan mamalia yang sangat familiar. Bertubuh kecil dan lucu menjadikan kelinci salah satu hewan yang banyak di jadikan hewan peliharaan. Terlebih, karena termasuk hewan yang jinak dan ramah, banyak anak-anak yang menjadikannya teman bermain saat dirumah atau dikebun.

Ras Kelinci 

Secara umum, kelinci dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Seperti jenis berdasarkan habitat yang terdiri dari kelinci liar (Lepus Curpaeums) dan kelinci peliharaan (Oryctolagus Cuniculus). Lalu ada juga kelinci yang berdasarkan panjangnya bulu, dan ada juga kelinci yang berdasarkan ras yang terdiri dari:

  • Himalayan
  • English Spot
  • Lyon
  • Angora
  • American Chinchilla, dan
  • Dutch
  • Kelinci Jawa (lepus Negricollis)
  • Kelinci Sumatra (Nesolagus Netseherischgel)

Selain digemari karena kejinakannya, ternyata alasan lain orang mulai beternak kelinci karena kelinci memiliki banyak keunggulan tersendiri dibanding beternak hewan yang lain, terutama kelinci pedaging. Karena itulah berikut ini cara-cara budidaya kelinci

Tidak hanya penikmatnya yang bertambah, kelinci termasuk hewan mamalia yang tingkat reproduksinya cepat. Bahkan sekali melahirkan, seekor kelinci betina bisa melahirkan 8-12 anak kelinci. Inilah kenapa beternak kelinci termasuk salah satu pilihan yang tepat jika anda ingin beternak hewan. Terlebih beternak kelinci bisa dimulai dengan modal yang relatif sedikit.

Lalu bagaimana jika anda seorang pemula yang baru ingin mencoba budidaya kelinci? Apakah ada teknik khusus yang diperlukan agar berhasil dalam ternak kelinci ini? Tidak perlu khawatir, berikut kami berikan langkah-langkah dalam beternak kelinci bagi pemula.

Baca juga:

1. Kandang Kelinci

Anda memutuskan ingin memulai ternak kelinci dari skala kecil ataupun langsung skala besar, yang harus ada perhatikan di awal adalah keteresediaan kandang. Terlebih jika anda memiliki lahan atau tempat yang terbatas. Dan berikut adalah beberapa hal yang perlu anda perhatikan saat menyediakan kandang bagi kelinci:

  • Jarak Kandang

Jika anda beternak kelinci di pekarangan rumah, Jarak kandang dari rumah anda adalah satu hal yang sangat penting untuk di perhatikan. Jangan sampai terlalu dekat dengan dapur atau ruang makan karena faktor kesehatan.

Sama seperti hewan lainnya, kelinci memiliki masalah kesehatannya sendiri yang bisa menjadi penyakit bagi manusia jika jarak antara keduanya terlalu dekat. Selain itu, faktor cahaya matahari juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan kelinci. Jangan sampai jarak yang terlalu dekat dengan rumah menjadikan kandang kelinci tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup karena terhalang bangunan rumah.

  • Besar Kandang

Besarnya kandang sangat berpengaruh bagi perkembangan kelinci. Jangan sampai kandang yang anda siapkan terlalu kecil sehingga menjadikan kelinci tidak leluasa saat bergerak. Besarnya kandang tentu saja disesuaikan dengan banyaknya kelinci dan luasnya lahan. Biasanya, satu kandang kelinci memiliki lebar tiga kali ukuran kelinci dengan bentuk memanjang ke belakang.

  • Jenis kandang

Ada dua jenis kandang kelinci yang bisa gunakan. Yaitu jenis kandang dengan sistem terbuka dan jenis kandang dengan sistem tertutup. Biasaya, kandang kelinci terbuat dari kayu ataupun bambu. Namun belakangan ini kandang kelinci yang terbuat dari bahan dasar alumuniaum dan kawat juga semakin mudah ditemui dipasaran.

Yang harus diperhatikan dari jenis kandang yang akan digunakan ini adalah banyaknya kelinci. Jika anda memutuskan beternak kelinci dalam skala yang cukup besar, maka membuat kandang sendiri adalah pilihan yang bijak karena akan memangkas pengeluaran anda. Kecuali jika anda ingin beternak dalam sekala kecil, agar lebih praktis, anda bisa membelinya secara langsung.

 

2. Pemilihan bibit kelinci

Secara umum, ada dua jenis kelinci didunia ini: kelinci pedaging dan kelinci hias. Harga jual dari masing-masing kelinci itupun berbeda. Jika tujuan anda adalah kelinci hias maka anda harus memilih jenis kelinci berbulu panjang. Dan sebaliknya, jika tujuan anda adalah untuk peternakan dan diambil dagingnya maka anda harus memilih jenis kelinci berbulu pendek. Beberapa kriteria tersebut adalah:

  • Aktif
  • Tidak nervous
  • Bermata bersih
  • Tidak sakit
  • Terawat
  • Tidak cacat
  • Bulu tidak kusam, dan
  • Fertilitas tinggi

Jika anda ingin beternak kelinci pedaging, ada beberapa keriteria yang harus dimiliki kelinci agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Baca Juga

3. Cara membedakan jantan dan betina

Membedakan kelinci betina dan kelinci jantan bukanlah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Bahkan tidak lebih dari beberapa menit untuk memutuskan kelinci mana yang berjenis kelamin apa. Ada beberapa cara yang bisa anda jadikan acuan untuk membedakan kelinci betina dan kelinci jantan. Beberapa cara untuk membedakan kelamin kelinci itu adalah:

a. Kelinci Jantan

  1. Kepala kelinci jantan lebih mirip balok atau kotak,
  2. Ukuran badan lebih kecil dibanding ukuran badan kelinci betina,
  3. Berat badan lebih ringan dibanding berat badan kelinci betina,
  4. Lebih ramah dan bersahabat,
  5. Memiliki tonjolan penis diatas anus,
  6. Saat cuaca panas, biasanya kelinci pejantan akan menunjukan testikel pada saat tidur atau duduk,
  7. Memiliki rasa ingin tahu yang besar

b. . Kelinci Betina

  1. Kepala kelinci betina lebih mirip bola,
  2. Ukuran badan lebih besar dibanding ukuran badan kelinci jantan,
  3. Berat badan lebih berat dibanding berat badan kelinci betina,
  4. Lebih temperamental dibandingkan kelinci jantan,
  5. Memiliki gundukan bercelah diatas anus,

baca juga:

4. Cara Mengawinkan

Jika anda sudah memutuskan tujuan memelihara kelinci, apakah untuk kelinci hias atau ternak untuk kelinci pedaging, dan anda sudah dapat membedakan jenis kelamin kelinci, tahap selanjutnya yang harus ada lakukan adalah mengawinkan kelinci-kelinci tersebut.

Walaupun kelinci termasuk hewan mamalia yang proses kembang biaknya lebih cepat dibanding mamalia lainnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum proses kawin dilakukan. Beberapa hal tersebut adalah:

  • Usia

Usia adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan jika anda ingin mengawinkan kelinci. Usia ideal seekor kelinci kawin adalah 8 bulan. Kurang dari itu, jika dipaksakan, kelinci akan mendapatkan gangguan kesehatan. Seperti misalnya jika kelinci jantan yang belum cukup usia tapi sudah di paksakan kawin, kelinci tersebut secara bertahap akan mengalami gangguan pada pertumbuhan. Tubuh kelinci akan menjadi kerdil. Sama juga halnya dengan kelinci betina yang belum cukup usia namun sudah dikawin. Salah satu resiko yang akan terjadi adalah gagal bunting pada kelinci tersebut.

  • Tingkah laku

Kelinci yang sudah siap kawin akan terlihat dari tingkah lakunya. Seperti menjadi lebih gelisah dari pada biasanya dan sering mendekati kelinci yang berbeda jenis kelamin. Selain itu, kelinci yang sudah siap kawin juga biasanya lebih sering menggosok-gosokkan dagu dan bagian vulvanya akan berubah warna menjadi merah jambu.

Jika kelinci-kelinci anda sudah memiliki dua tanda diatas, maka anda bisa langsung mengawinkan kedua kelinci itu. Berikut tahapan yang bisa anda lakukan dalam mengawinkan kelinci:

  1. Masukan kelinci betina kedalam kandang kelinci jantan. Jangan sampai terbalik. Ini sangat penting agar kelinci jantan memiliki rasa percaya diri yang lebih besar dibandingkan yang dimiliki kelinci betina karena mendominasi kandang.
  2. Biarkan beberapa saat.
  3. Jika kelinci jantan sudah menaiki kelinci betina, proses kawin, selama lebih dari 5 menit, angkat kelinci jantan dari kelinci betina dan keluarkan kelinci betina dari kandang.
  4. Biarkan kelinci betina beristirahat sekitar 15 menit sebelum dimasukan kedalam kandang lagi,
  5. Jika kelinci betina sudah dimasukan lagi kedalam kandang pejantan, perhatikan tingkah laku kelinci betina. Jika kelinci betina menghindar itu tandanya kelinci betina sudah tidak ingin dikawinkan lagi yang menandakan proses kawin sudah selesai.
  6. Pindahkan lagi kelinci betina kedalam kandangnya.

baca juga;

5. Kelinci Hamil

Setelah proses kawin selesai, tidak lama setelah itu kelinci betina akan memasuki proses hamil. Walaupun begitu ada beberapa kelinci hamil yang terkadang tidak bisa terlihat dari bentuk fisiknya namun dapat terlihat dari sifatnya yang berubah. Beberapa sifat yang bisa anda jadikan acuan seekor kelinci betina hamil atau tidak adalah:

  • Satu minggu setelah masuk fase kehamilan biasanya kelinci betina mengalami peningkatan porsi makan dan akan terus bertambah seiring waktu.
  • Kelinci betina akan semakin agresif
  • Perut akan semakin membesar. Jika tidak bisa terlihat secara fisik, anda bisa meraba perut dari kelinci betina tersebut. Jika memiliki jendolan, itu menandakan kelinci sedang hamil
  • Saat memasuki 2-3 hari sebelum hari kelahiran, kelinci betina biasanya akan membuat sarang untuk anak-anaknya nanti dengan cara mengumpulkan benda-benda menjadi satu.

Baca Juga:

6. Kelahiran Anak Kelinci

Memasuki masa kelahiran anak kelinci adalah saat yang penting mengingat terkadang kelinci juga termasuk hewan yang kanibal. Untuk itu, berikut adalah langkah yang harus anda lakukan untuk kelinci yang baru saja lahir:

  • Siapkan tempat yang nyaman untuk anak kelinci yang baru lahir agar terhindar dari dingin, panas, dan juga angin,
  • Jangan biarkan induk kelinci yang baru saja melahirkan kekurangan konsumsi. Karena jika sampai induk kelinci kekurangan konsumsi, besar kemungkinannya dia akan memakan anak-anaknya sendiri yang baru lahir.
  • Jika induk kelinci melahirkan anak kelinci yang banyak, besar kemungkinan terdapat anak kelinci yang tidak akan kedapatan susu. Untuk menyiasatinya, anda bisa menitipkan anak kelinci yang tidak dapat susu kepada kelinci betina lainnya agar mendapatkan susu.

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan dalam hal perawatan agar kelinci-kelinci yang anda pelihara/ternak. Beberapa hal tersebut sangat penting untuk dilakukan mengingat perawatan adalah hal utama untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam beternak kelinci.

 

Tips Berternak Kelinci

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam cara budidaya kelinci secara alami:

1. Makanan

Secara umum, kelinci dapat diberikan makan sayuran atau pelet. Namun pemberian ini tentu saja tergantung tujuan anda beternak kelinci karena ini menyangkut masalah banyaknya makanan yang harus diberikan. Jika anda beternak kelinci hias, memberi makanan pelet, karena kebutuhan gizinya lebih seimbang dan terjamin, adalah pilihan terbaik walaupun harganya lebih mahal dibandingkan harga sayuran. Namun walaupun begitu, harga jual kelinci hias yang tinggi tentu akan menutup biaya pelet tersebut.

Berbeda jika anda beternak kelinci pedaging dalam jumlah banyak. Sayur sebagai makanan utama adalah lebih bijak karena harganya yang lebih murah dibanding harga pelet. Dan tidak hanya sayuran, buah-buah juga dapat dijadikan makanan sampingan bagi kelinci anda. Berikut daftar sayuran dan buah-buahan untuk ternak kelinci anda:

  • Daun paprika,
  • Wortel dan daunnya,
  • Selada air,
  • Daun kubis,
  • Daun libak,
  • Seledri,
  • Brokoli,
  • Rumput,
  • Daun papaya,
  • Ubi jalar,
  • Nanas,
  • Papaya,
  • Apel tanpa biji,
  • Anggur tanpa biji,
  • Pear, dan
  • pisang

Baca juga:

b. Kebersihan Kandang

Selain makanan, kebersihan kandang adalah hal lainnya yang harus diperhatikan. Kebersihan ini sangat penting karena akan meyangkut daya tahan tubuh kelinci agar tidak mudah terserang penyakit. Kelinci yang sakit tentu akan menjadi kelinci yang tidak produktif lagi dan resiko menularkan penyakit kepada manusia juga sangat mungkin terjadi. Jadi, pembersihan kandang dari kotoran kelinci adalah langkah yang tepat untuk mencegah munculnya penyakit yang menyerang kelinci.

baca juga:

c. Bising

Ternyata faktor lingkungan merupakan hal penting lainnya yang harus dijaga. Lingkungan yang bising akan menjadikan anak kelinci yang baru lahir menjadi ketakutan dan stress. Tidak hanya anak kelinci, kelinci dewasa juga sangat rentan menjadi stress karena faktor lingkungan ini.

 

sumber : https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-kelinci

Tags :